Assalamualaikum... selamat datang di situs baju busana muslim.. tempat belanja barokah dan maghfiroh...                                                                                                                   temukan koleksi kaos muslimah, gamis, blus cantik, dan mukena dengan harga spesial untuk pembelian grosir maupun eceran..                                                                                                                   Koleksi terbaru Azka bisa Anda lihat di halaman produk Azka!!!                                                                                                                   Koleksi terbaru Kaos Muslimah Qirani bisa Anda lihat di halaman produk Qirani!!!

» PRODUK BUSANA MUSLIM

:: Ukhti
    UkhtiUkhti pilihan tepat busana muslim kaos untuk muslimah yang anggun dan aktif. ... selengkapnya

:: Qirani
    QiraniKoleksi blus kaos muslim, cocok untuk Anda yang ingin tampil muda, energik, dan ... selengkapnya

:: SIK Clothing
    SIK ClothingPakaian casual untuk para muslimah dengan model trendy yang up to date dan ... selengkapnya

:: Silmi Collection
    Silmi CollectionKaos muslimah Silmi adalah kaos muslimah pertama yang didesain untuk remaja putri. Silmi ... selengkapnya

:: Manet
    ManetBusana Muslim plus untuk Anda yang aktif dan dinamis. Tersedia bebagai macam tipe ... selengkapnya

:: Toyusin Collection
    Toyusin CollectionBusana Muslim Indonesia berkualitas ekspor dengan beraneka ragam warna pilihan dan desain yang ... selengkapnya

:: Azka
    Azkabusana sulam yang mengusung tema etnik dengan desain yang eksklusif. Semua produk AzkA ... selengkapnya

:: Siddiq Clothing
    Koleksi kaos dakwah muslim distro. Cocok untuk santai bagi Anda yang berjiwa muda, ... selengkapnya

» KOLEKSI BAJU MUSLIM ANAK

:: Ukhti Kids
    Ukhti Kidskaos muslimah untuk putri kita tercinta dengan kombinasi warna cerah menambah rasa percaya ... selengkapnya

:: Qirani Kids
    Qirani KidsKaos muslimah trendy untuk anak-anak dengan desain terkini dan warna yang beraneka ragam ... selengkapnya

:: Salsa Kids
    Salsa KidsBusana muslim anak dan remaja bernuansa cerah untuk putra-putri kesayangan Anda ... selengkapnya

» KOLEKSI MUKENA

:: Mukena Ponco
    Mukena PoncoMukena praktis yang dilengkapi dengan tas cantik sangat cocok untuk anda yang aktif, ... selengkapnya

:: Mukena LV
    Mukena LVMukena dari bahan katun dengan corak LV mania tersedia berbagai macam model dengan ... selengkapnya

» KOLEKSI AKSESORIS

:: Gelang dan Kalung
    Gelang dan KalungBerbagai aksesoris gelang dan kalung yang menarik buatan tangan asli Bali dengan model ... selengkapnya


Customer Service


SMS Center:
+62 81803156518
+62 89685545107


"... Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS.29:45)


Valid CSS!


eXTReMe Tracker




Beranda » Artikel Islami » Jangan Balas Air Susu dengan Air Tuba

Jangan Balas Air Susu dengan Air Tuba

oleh: admin   kategori: Muru'ah

Siapapun niscaya pernah mengenyam jasa orang lain. Sejak detik pertama seorang terlahir ke dunia, ia ditakdirkan telah menerima jasa orang-orang di sekitarnya. Bahkan sebelum itu, ia juga sudah 'bergantung' pada jasa seorang ibu; yakni ketika ia masih dalam kandungan ibunya. Dari orang tua, saudara-saudara, tetangga, sahabat dan teman dekat, juga orang-orang lain yang kebetulan punya urusan dengannya, seorang manusia biasa menerima jasa sebagaimana pula mungkin ia juga memberikan jasa serupa. Itulah talikelindan jasa antar sesama yang saling memberi dan menerima sebagai sunatullah wujudnya harmoni dalam kehidupan.

Lalu apa hubungannya dengan muru'ah seseorang? Ternyata ada perbedaan cara seseorang menyikapi pemberian jasa orang lain; dari yang sangat menghargainya sampai yang tidak menganggapnya sama sekali, dari yang membalasnya dengan lebih baik sampai yang "membalas air susu dengan air tuba".

Sebagai seorang muslim, dalam menerima perbuatan baik orang lain, kita diwajibkan untuk mensyukuri dan sebisa mungkin membalasnya dengan yang lebih baik. Syukur dalam dimensi ini sangat ditekankan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak dikategorikan bersyukur kepada Allah hamba yang tidak bersyukur kepada manusia." (HR. Abu Dawud). Maknanya Allah Ta'ala tidak akan menerima syukur dari seorang hamba atas kebaikan-Nya jika hamba tersebut tidak bersyukur atas kebaikan manusia, namun malah mengingkarinya. Kemungkinan lainnya adalah jika ada kebiasaan dan watak dari seseorang yang gampang mengingkari nikmat sesama manusia dan tidak mudah bersyukur, maka sudah pasti ia juga memiliki watak dan kebiasaan gampang mengingkari nikmat Allah dan tidak bersyukur kepada-Nya.

Selain itu Rasulullah SAW juga bersabda, "Siapa saja yang berbuat baik kepada kalian, maka balaslah kebaikannya, dan jika kalian tidak menjumpai sesuatu untuk membalasnya, maka doakanlah ia hingga kalian telah melihat bahwa kalian telah membalas kebaikannya." (HR. Abu Dawud)

Dari sabdanya pula, "Siapa saja yang berbuat baik kepada dirinya, lantas ia berkata kepada sang pelaku, 'Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan,' maka sungguh ia telah menerima pujian." (HR. At-Tirmidzi)

Ibnu Hibban berkata, "Orang yang diberikan kebaikan harus mensyukuri dengan hal yang lebih baik lagi, atau minimal sepadan dengannya. Sebab, memperbanyak kelebihan kebaikan orang lain dalam ruang lingkup syukur belum mampu menggantikan nilai kebaikan yanag ia berikan pertama kali, meski jumlahnya sedikit. Dan jika tidak menjumpai sesuatu untuk membalasnya, maka pujilah dirinya. Sebab, memujinya dikala tidak memiliki apapun untuk digunakan sebagai balasan bisa menggantikan kedudukan syukur terhadap kebaikan dan tidak seorang pun yang tidak membutuhkan bantuan orang lain."

Nah, itulah rahasianya. Selain juga telah maklum adanya, hanya orang-orang mulia yang pandai menghargai kebaikan orang lain. Demikian pula sebaliknya, bukan termasuk orang mulia yang tidak pandai mensyukuri kebaikan orang lain, karena pada dirinya tidak ada penghargaan terhadap pribadinya sendiri. Kalau sudah begitu, bagaimana orang lain akan menghargainya? Wallahu A'lam.

Disadur dari : Majalah Islam Ar- Risalah Hal. 27 Edisi 85/Vol. VIII/No. 1 Jumadil Akhir - Rajab 1429 H/Juli 2008


 
BlinkBits Del.icio.us Google MyWeb Netscape Slashdot Technorati
blog comments powered by Disqus